Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Perbedaan Antara Buddhisme dan Kekristenan, Bagian 3 dari 15

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dalam episode ini, Maha Guru Ching Hai jelaskan bahwa baik Tuhan Yesus Kristus (vegetarian) maupun Sang Budha (vegan) adalah Guru yang tercerahkan yang mengajarkan pencerahan, dengan esensi yang sama. Namun, karena berbagai keadaan yang berbeda, termasuk masa pengajaran Sang Buddha yang lebih panjang dan catatan pengalaman para murid-Nya, terdapat suatu kekayaan ajaran yang lebih besar yang tertinggal dalam Buddhisme dibandingkan dengan Kekristenan.

(Izinkan saya memperkenalkan Maha Guru Ching Hai kepada Anda sekarang. Guru Ching Hai, terima kasih.)

Kami tak pernah memiliki demikian “banyak” hadirin seperti di Amerika. Memang sangat sedikit sekali orang. Kami belum pernah terbiasa dengan penonton yang jarang seperti ini. Bagaimanapun juga. Jadi, selamat datang juga, dan kita akan melakukannya bersama-sama. Tidak masalah jika jumlah orang yang datang sangat sedikit. Ceramah ini akan tetap berlanjut, dan ini akan bermanfaat bagi orang-orang setelah hari ini. Beberapa ceramah yang tercetak dalam buku-buku saya disampaikan terkadang hanya kepada lima atau enam murid terdekat, bukan kepada khalayak hadirin yang banyak, dan ceramah tersebut bermanfaat bagi banyak orang setelahnya. Jadi, Anda hanyalah alasan bagiku untuk mengatakan sesuatu.

Anda tahu, beberapa ceramah saya yang dicetak dalam buku-buku itu sebenarnya bukan untuk khalayak luas, melainkan utk beberapa orang yang saya sebut sebagai murid, jika saya boleh menyebut mereka murid. Saya tidak tahu apa nama lain untuk orang-orang ini. Teman-teman saya atau rekan saya. Dalam bahasa manusia, terdapat banyak istilah untuk banyak hal. Saya merasa malu menyebut mereka murid, tetapi saya tidak tahu apakah ada sebutan lain. Jadi, yang disebut murid-murid ini mencatat semua ceramah saya yang sebenarnya hanya ditujukan untuk mereka – untuk pikiran-pikiran yang maju di kalangan masyarakat – dan mereka juga mencatatnya serta menyebarkannya ke publik. Dan terkadang hal itu menimbulkan banyak kehebohan, masalah bagiku. Karena terkadang apa yg bisa Anda sampaikan ke satu orang, tidak bisa Anda sampaikan kepada orang lain. Sebagai contoh, hal-hal ini yang baru saja disampaikan Dokter Mai kepada Anda, itu hanya untuk beliau sendiri. karena dialah yang mengajukan semua pertanyaan ini. Tapi tidak apa-apa, karena dia sudah memberitahukannya kepada Anda, saya juga akan mematuhinya. Saya juga akan manfaatkan sebaik-baiknya.

Jadi, ini adalah jenis pertanyaan untuk individu, seperti apa hubungan antar agama? Lalu, apa sajakah semua pepatah dari para Guru terdahulu itu? Apa arti sebenarnya dari semua itu? Namun, semua orang juga harus renungkan pertanyaan ini, tak hanya Dokter Nguyễn atau saya sendiri, atau hanya kelompok kecil individu. Namun karena topik atau pertanyaan ini terlalu kontroversial, terkadang saya ragu untuk membahasnya di depan umum dan hanya menceritakannya kepada mereka yang benar-benar tertarik pada hal-hal seperti itu. Jadi, kebanyakan, ketika saya bicara di hadapan orang Kristen, saya akan berbicara tentang Kekristenan, menggunakan terminologi Kristen. Dan ketika saya berbicara, menyapa kelompok Aulac (Vietnam) atau Tionghoa atau semacamnya, saya lebih suka hanya membahas Buddhisme. Jadi, tentu saja, jika saya bertemu dengan kelompok Hindu, saya akan berbicara tentang agama Hindu.

Jadi mungkin saya ingin bertanya, Anda ingin mendengar apa hari ini? Apakah ada sesuatu yang istimewa? (Pencerahan.) Pencerahan? Pencerahan, Anda sebenarnya tak bisa 'mendengar' itu; Anda harus mengalaminya sendiri. Kita akan perlu sedikit waktu untuk menghangatkan suasana. Jadi, mohon bersabar. Selain itu, jangan keluar di tengah-tengah ceramah agar Anda tidak hanya mendapatkan kesan yang setengah-setengah. Lalu Anda mungkin terpaku pada kalimat-kalimat terakhir, dan kemudian memiliki kesan yang salah tentang pembicara tersebut. Apa yang kita dengarkan, sebaiknya kita dengarkan secara keseluruhan, barulah kita bisa memahami dampak dari ceramah tersebut. Saya mendapati beberapa orang, terkadang hanya mendengarkan satu atau dua kalimat, yang terdengar sangat provokatif, dan lalu berkata, “Itu saja. Saya tidak menyukainya.” Lalu mereka pergi begitu saja, tanpa memahami apa yang akan terjadi setelahnya.

Baiklah, silakan. (Dalam beberapa pemikiran dari The Razor's Edge, disebutkan bahwa mudah untuk menjadi orang suci di pegunungan, dan hal itu sebenarnya tidak dijawab dalam novel tersebut.) Menurut Anda, seberapa pentingkah lingkungan itu? Ya. (Dalam hal spiritualitas.)

Saya paham. Anda sudah mendengar dari para murid saya sendiri. Mereka adalah para insinyur, atau sebagian dari mereka adalah dokter, para pekerja, atau supir taksi, atau berbagai macam posisi sosial lainnya. Dan mereka bekerja di kehidupan sehari-hari dan juga berlatih. Dan diri saya, adl seorang biarawati dan menikmati kehidupan berkelana hanya untuk waktu tidak lama. Takdirku bukanlah untuk menikmati kehidupan biarawati dengan santai, di pegunungan atau di biara untuk waktu yang lama. Jadi, seperti yang Anda lihat kini, saya bergaul dengan berbagai jenis orang dan menjalani kehidupan yang sangat aktif. Saya sudah mengunjungi banyak negara, berbicara dengan banyak orang, dan setiap hari berhubungan dengan berbagai macam orang.

Terkadang Anda butuh gunung, terkadang hanya untuk menyegarkan jiwa, menyegarkan tubuh, lalu mengumpulkan energi, dan kemudian Anda harus keluar dan memberi lagi. Jadi, menjadi biksu atau tidak menjadi biksu, itu sama saja. Jika Anda adalah kepala keluarga, kita sebaiknya sesekali pergi ke gunung, atau ke biara, atau ke tempat kediaman Guru kita untuk berlatih ketenangan, ketenangan batin untuk menyegarkan diri, tetapi setelah itu kita tidak boleh selalu tinggal di sana. Jadi, tidak ada perbedaan.

Jadi kini mari kita bahas sesuatu yg ingin saya sampaikan kepadamu. Jadi, yang ingin saya sampaikan hari ini adalah: “Apa perbedaan antara Buddhisme dan Kekristenan?”

Sekarang ke mana pun saya pergi, saya selalu beritahukan orang-orang: “Tidak ada perbedaan antara Buddhisme dan Kekristenan.” Pada dasarnya, tidak ada, tetapi ada beberapa perbedaan. Pada dasarnya, ketika (Tuhan) Yesus dan Buddha berbicara tentang pencerahan, tidak ada perbedaan. Namun jika Anda membaca Sutra Buddha, ada banyak hal yg berbeda. Buddhisme menawarkan harta karun yang lebih kaya. Itu saja.

Seandainya (Tuhan) Yesus Kristus diizinkan hidup lebih lama daripada hanya tiga setengah tahun, Dia mungkin akan beritahukan kita tentang banyak yang disebut Alam-alam Kehidupan – banyak tingkatan pencapaian seperti yg diceritakan oleh Buddha. Jadi, itulah perbedaan antara agama Kristen dan agama Buddha. Kekristenan hanya ada satu Alkitab, tapi saya tidak mengatakan bahwa Kekristenan tak memiliki esensi di dalamnya. Intinya sangat bagus dan semuanya ada di sana. Itulah mengapa sebagian orang tertarik mempelajari Buddhisme, karena kitab suci Buddha sangat luas – begitu banyak pengalaman dan pencerahan batin yang bahkan Yesus tidak sempat sebutkan.

Jadi, banyak orang salah paham dan berpikir bahwa (Tuhan) Yesus tidak mencapai tingkatan setinggi yang dicapai Buddha. Karena Sang Buddha telah melewati banyak tingkatan kesadaran yang berbeda, dan oleh karena itu, Beliau bertemu dengan banyak apa yang disebut Alam Keberadaan Batin. Dan Ia ceritakan ke para murid-Nya. Dan juga, beberapa murid Buddha telah pergi ke Alam-alam Keberadaan semacam itu dan menuliskannya. Oleh karena itu, kita memiliki harta karun sutra Buddha yag sangat kaya, sedangkan dalam Kekristenan, karena penganiayaan yang lazim terjadi pada waktu itu, dan juga umur (Tuhan) Yesus yang singkat, kita tidak memiliki banyak catatan tentang pencapaian para murid-Nya maupun Sang Guru.

Jadi sekarang, saya akan membahas salah satu Sutra Buddha, yang menggambarkan salah satu pengalaman batin para murid Buddha. Sutra ini disebut “Sutra Buddha Amitabha.”

Sutra Buddha Amitabha. Sutra artinya "kitab suci." Dalam kitab suci Buddha itu, telah dikisahkan pengalaman salah satu murid Buddha. Murid itu adalah seorang ratu India, tetapi dia dipenjarakan. Saat berada di penjara, dia sangat merindukan untuk bertemu dengan Gurunya, yaitu Sang Buddha – Buddha Shakyamuni dari India. Saat ia sangat merindukan hal itu, Sang Guru menampakkan diri kepadanya. Sang Guru tidak menampakkan diri dalam tubuh fisik, tetapi dalam bentuk tubuh cahaya, yang kita sebut tubuh cahaya atau tubuh manifestasi.

Manifestasi. Tubuh manifestasi. Setiap Guru yang telah mencapai tingkat pencapaian sangat tinggi dapat manifestasikan banyak tubuh pada saat yang sama, menampakkan diri kepada para murid Mereka di tempat yang berbeda.

Photo Caption: “Cinta Sejati Dapat Mengatasi Rintangan Sepele”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (3/15)
1
Kata-kata Bijak
2026-06-08
1292 Tampilan
2
Kata-kata Bijak
2026-06-09
892 Tampilan
3
Kata-kata Bijak
2026-06-10
802 Tampilan
4
Kata-kata Bijak
2026-06-11
620 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Berita Patut Disimak
2026-06-11
654 Tampilan
Ringkas
2026-06-11
472 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-11
620 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-06-11
822 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-06-10
1874 Tampilan
38:29
Berita Patut Disimak
2026-06-10
255 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-06-10
802 Tampilan
Sains dan Spiritualitas
2026-06-10
296 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh